Kamis, 18 April 2013

Aku Senja

Kala Senja datang Mengintip, Langit Usang Terlihat Jelas.
Senja Mencoba menghardik, namun sulit rasanya. (Senja berteriak dalam hati..)
"Langit Cerah... Ku memanggilmu.."
"Apakah kau tidak mendengar ?? "
"atau aku terlalu jauh menyapa ??"
"Baiklah aku akan bersabar, hingga kau mendekat kepadaku sehingga terdengar jelas suaraku.. , mungkin aku harus bertekat diri untuk keluar dari sini dan memohon kepada langit usang"


"Langit Usang, aku mohon kepadamu.. " (Menangis, senja berkata sambil bersimpuh dan menunjuk ke arah pintu)

"bukakanlah pintu itu, dan lihat.. di luar sana aku sudah siap dengan kendaraan yang akan membawaku pergi jauh dari sini, sehingga aku dapat menemui Langit cerah".
seraya senja memohon kepada langit usang, langit cerah menunggu di keberadaannya.

                      Setelah langit Usang membukakan pintu. senja segera berlari menaiki kendaraan tersebut, dan ternyata "Oh tidak.. Aku lupa meminta kunci kepada langit usang.., celakalah aku"
                      kemudian langit usang dengan senyum mendatangi senja
 "heii senja, ini kuncimu tertinggal.. berhati-hatilah semoga perjalananmu dimudahkan sehingga tercapai tujuanmu"
senja hanya menjawab lemah "iya, terimakasih"
kemudian senja mencoba menyalakan mesin kendaraan ternyata bensin habis. "Astaghfirullah.. ternyata bensinnya habis, harus dimanakah ku mendapatkannya?"
Lalu senja melihat ke sekitar, tidak ada yang menjual bensin. ternyata senja tidak bisa terburu-buru untuk bertemu langit cerah. "baiklah mungkin aku harus berjalan beberapa meter dari sini untuk mendapatkan bensin, semoga kesabaranku tidak habis hingga mendapatkannya".
             Sambil berjalan senja baru menyadari dan melihat ditepi-tepi jalan, banyak orang-orang yang sedang gelisah tak tentu arah dan tujuannya. Tak mengerti akan kemana. mereka tak punya tempat tinggal. Adapula yang sangat nyenyak tidur beralaskan tanah dan berselimut kardus bekas, dan ada pula yang memakan nasi bungkus hanya dengan lauk seadanya namun mereka tetap menikmatinya dan bersyukur. Dalam hati senja berkata "Ya Allah sangat tidak bersyukurnya aku dengan kehidupanku sebelumnya. Ya Allah mudahkanlah perjalananku dan aku harus segera memperbaiki semua ini."
               Hingga akhirnya senja menemukan ada seseorang yang menjual bensin di tepi jalan, kemudian senja segera membelinya. dengan bersenang hati akhirnya senja bisa segera pergi untuk menemui Langit Cerah. tapi tunggu.....
Setelah senja sampai pada kendaraan. senja melihat kembali kebelakang, yaitu ke tempat dimana langit usang berada, ia berkata lagi dalam hatinya "mungkin dengan aku bertemu sebentar kepada langit usang dan mengucapkan beberapa kalimat akan melegakan hati ini."


"Assalammualaikum Langit Usang.. "

"Waalaikumsalam wr.wb, hei senja ada apa? kau belum berangkat rupanya?"
"Ia, aku melupakan sesuatu. bolehkah aku berbicara sebentar kepadamu?"
"Tentu saja boleh, aku akan selalu menjadi kenanganmu bukan?" (langit usang berkata sambil memegang pundak, dan mengusap kecil kepala senja)
"Ya..kau akan selalu menjadi kenanganku yang mungkin sulit untuk aku lupakan (dalam hati sesak, senja berkata: karna kau pernah menyakiti hatiku, namun apalah dayaku jika semua telah terjadi di balik itu semua tersimpan kenangan saat bersama menjalani kebahagiaan yang kunjung ku sadar semua itu salah), Aku hanya ingin berkata terimakasih atas kebaikanmu selama ini, dan maaf jika aku tidak dapat membalas semua kebaikanmu, terimakasih atas semua ilmu kehidupan yang pernah kau beri, memang tak selalu manis pasti ada pahitnya, dan pahit itu tidak akan dapat diubah menjadi manis,tapi aku yakin jika seseorang terbiasa merasakan pahit dari lahir mungkin ia tidak akan menyukai rasa manis begitu pula sebaliknya, namun keduanya haruslah kita ketahui atau rasakan, agar mengetahui bahwa rasa itu ada manis dan pahit" (senja tersenyum, dalam hati lirih..)
"Ya pastinya sama-sama,aku sangat meminta maaf padamu senja karena pernah menyakitimu, aku tidak dapat memutar balikkan waktu, hanya Allah lah yang pantas melakukan itu semua, dan aku hanya kegelapan yang akan selalu membuatmu takut/tidak dalam ketenangan jika kau tetap berada di sampingku. Semoga setelah kau tidak bersamaku lagi akan menjadikanmu wanita yang dewasa dan bahagia. Pesanku, lebih berhati-hatilah dalam menjalani pilihan hidup"
"Amin... terimakasih langit usang.. aku sudah cukup lega mendengar perkataanmu tadi,selamat tinggal"
"ya selamat tinggal.... " (penyesalan, langit usang berkata: aku telah mengecewakannya apalah yang telah aku lakukan. Aku telah menghancurkan kehidupannya yang lalu, andai saja aku bisa menjaganya dan tidak menyakitinya sedikitpun. Tapi mengapa ia masih bisa tersenyum dibalik kesakitannya itu? sungguh aku tak mengerti, aku malu dengan diriku sendiri.)

                 Dengan ringan senja melangkah... Akhirnya persiapan kendaraan sudah mantap dan bisa dibawa jauh untuk menemui langit cerah.. dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim.. akhirnya perjalananpun dimudahkan oleh Allah SWT.


*****tiba di depan rumah langit cerah Sungguh Maha Besar Allah degan ciptaannya.***

 Di depan rumah langit cerah dihiasi oleh bunga-bunga indah berwarna warni ada yang biru merah dan putih semua bermekaran dan tumbuh tersusun rapi terawat, dan rumput yang sangat hijau setengah lembab, kemudian di pinggir rumahnya terdapat sungai-sungai kecil dengan air yang sangat jernih mengalir, Kemudian banyak pohon-pohon jambu yang sedang berbuah terlihat segar dan manis, sampai-sampai senja ingin mencoba memetiknya dan mencicipinya. udara terasa begitu sejuk membuat suasana hati senja yang tadinya sungguh mencekat menjadi tenang dan nyaman.


" Tapi tunggu...
aku tidak boleh langsung mengambilnya karna izin kepada yang punyanya saja belum..
baiklah aku akan segera menemui langit cerah." (Senja tersadar dan langsung mengetuk pintu rumah langit cerah)
"Assalammualaikum, Langit cerah.. "
"Waalaikumsalam wr.wb... Hei kau rupanya.. sudah lama ku menantimu senja, baru tampak rupanya masuklah"
"oh ya terimakasih.."(dengan tersipu malu)"
"Bagaimana kabarmu saat ini?"
"Alhamdulillah baik, langit cerah orang tuaku bilang kau yang menyuruhku untuk datang kemari, orang tuamu kemana?, ku kira kamu sedang berkumpul dengan orang tua mu, karena baru sampai dari london?, oh iya ini titipan dari ibu dan ayahku"
"Oh iya trimakasih, aku sudah lama ingin berjumpa denganmu, dan waktu ini sangatlah waktu yang ku nanti-nanti. orang tuaku kebetulan sedang pergi bersama orang tuamu mereka sedang membicarakan hal penting. Makanya aku mengajakmu menemaniku disini,  karena kedua orang kita sudah lama berbicara mengenai dirimu dan aku akhir-akhir ini. Sejak kecil terakhir kita berpisah, Sampai sekarang ini aku selalu menunggumu dan menanti kabar darimu. ku kira kamu sudah lupa dengan teman kecilmu ini. Aku berharap kelak ,aku dapat menjadi imam yang terbaik untukmu...
(senja hanya terdiam dan kaku saat ingin menjawab)
"Eemmm sorry aku terlalu cepat membicarakan ini.. kau pasti terkejut mengenai hal ini, ku kira orang tuamu sudah membicarakan ini sebelumnya, tapi sungguh kau terlihat tambah manis dan anggun saat ini, sudah 17 tahun yah kita tak berjumpa.. semenjak kepergian ku.. dan kini ku kembali"
(Senja Tertawa geli) "Hahahaha apa sih langit cerah, gombalmu sangat garingg... kemana saja kau baru kembali?!!."
"Okeyy... sebagai tanda maafku karena telah meniggalkanmu cukup lama, bagaimana kalau kita pergi ke tempat yang dulu sering kita kunjungi saat kecil?"


             Senja terkejut akan hal ini, ternyata jeritan hatinya sebelum sampai ketempat langit cerah berada. langit cerah sudah merasakannya terlebih dahulu.          langit cerah dan senja adalah kawan kecil yang sempat terpisah saat usia mereka 10 tahun namun keakraban mereka tidak terlepas karena persahabatan kedua orang tua mereka yang selalu berbagi kabar mengenai keberadaan mereka masing-masing. Sudah 13 tahun mereka berpisah namun hati mereka tidak pernah berpisah. karena langit cerah selalu menunggu pertemuannya dengan senja.